Meruntuhkan Air Mata
Heningnya kalbu begitu kelam memikat gundahnya hati
Tarian pilu menyerang dengan girangnya tangan ini berusaha menggapai …
Namun semua berpaling dan meninggalkan …
Rintihan bathin kian mengiris tapi tak ada yang peduli …
Sepi … .
Sakit ….
Rasa itu membuncah menghancurkan
Menenggelamkan asa yang kian terpuruk
Kelumpuhan pada seluruh bagian otak mulai menumpul
Pekikan girang sang kegelapan menyengat tajam
“Selamat datang dikehidupanku wahai luka dan nestapa ”
Naluri terkikis perih asa perlahan _ lahan memudar isak tangis runtuh berguguran
“Selamat tinggal cinta, , menepilah bersama gugurnya airmata”
By: Khen Endy ®
KETULUSAN
Berklana Kmn jwaku trhantar
Tatkala seucap Cinta telah ku lontar
Aku jalani dan trs ku jlani Meski kraguan hati mnggebu
Laksna ombak dras yg menghempas
Aku brhenti sjnak merenungkn tnda tanya yg stiap wktu mengetuk pintu kalbu
Adakah ketulusan, , ,
Aku mncari dn trus mncari
Brsma glap lngkhku ku pilu dn trs meragu meski tlah kau smpan plangi di hati meski tlh engkau ijinkn htimu mnjdi rmah htku
Selalu muncul tanya di benaku bnrkh smua ini.. . . ? biarlh sng pngtr wkt yg brikn jawban
Dn byrlh pula ku trs mncri hingga kutemukn trng laksna remblan mnunggu mntri . . .
By: Khen Endy
Langganan:
Komentar (Atom)