Meruntuhkan Air Mata

Heningnya kalbu begitu kelam memikat gundahnya hati Tarian pilu menyerang dengan girangnya tangan ini berusaha menggapai … Namun semua berpaling dan meninggalkan … Rintihan bathin kian mengiris tapi tak ada yang peduli … Sepi … . Sakit …. Rasa itu membuncah menghancurkan Menenggelamkan asa yang kian terpuruk Kelumpuhan pada seluruh bagian otak mulai menumpul Pekikan girang sang kegelapan menyengat tajam “Selamat datang dikehidupanku wahai luka dan nestapa ” Naluri terkikis perih asa perlahan _ lahan memudar isak tangis runtuh berguguran “Selamat tinggal cinta, , menepilah bersama gugurnya airmata” By: Khen Endy ®

Tidak ada komentar:

Posting Komentar